Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

News

OKU Selatan Fokus Turunkan Stunting dan Tingkatkan Kesejahteraan Lansia Lewat Program Inovatif

badge-check


					OKU Selatan Fokus Turunkan Stunting dan Tingkatkan Kesejahteraan Lansia Lewat Program Inovatif Perbesar

MUARADUA – Pemerintah Kabupaten OKU Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB) menggelar Rapat Koordinasi Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tahun 2025, sekaligus mengadakan Wisuda Lansia, Kamis (15/5/2025) di Ruang Serasan Seandanan.

Rapat ini dibuka langsung oleh Bupati OKU Selatan, Abusama, S.H., dan dihadiri Ketua TP-PKK, unsur Forkopimda, perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan, Kepala BPS, para camat, kepala SKPD, serta seluruh anggota TPPS se-Kabupaten OKU Selatan.

Dalam sambutannya, Bupati Abusama menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang aktif menurunkan angka stunting di daerah. “Saya mengapresiasi kerja keras semua tim. Melalui Rakor ini, saya yakin semangat kita akan semakin kuat dan kompak,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemkab OKU Selatan berkomitmen penuh mendukung program Quick Wins BKKBN 2025, terutama melalui dua program unggulan:

Terkait dengan Sekolah Lansia, program ini memberikan pendidikan nonformal bagi lansia dan pra lansia agar mereka lebih mandiri, tangguh, dan produktif. Salah satu inisiatif yang telah berjalan adalah Sekolah Lansia Candrawasih di Desa Tanjung Raya, Kecamatan Buay Sandang Aji. Sekolah ini telah mewisuda 45 siswa lansia, dibina oleh PKB dan PLKB setempat.

Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan, Doddy Asih, menyampaikan bahwa prevalensi stunting nasional saat ini berada di angka 19,8% dari target 14%. Di Sumatera Selatan, angkanya menurun dari 20,3% (2023) menjadi 15,9% (2024), menunjukkan efektivitas kolaborasi lintas sektor.

Doddy juga mengingatkan bahwa Indonesia tengah memasuki era penduduk menua (ageing), di mana rasio ketergantungan lansia mencapai 17,08. Oleh karena itu, program SIDAYA (Lansia Berdaya) hadir sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan lansia secara ekonomi dan sosial.

Sementara itu, Kepala Dinas PPPAPPKB OKU Selatan, Umu Manazilawati, S.KM., MM., menekankan pentingnya penyelarasan arah kebijakan stunting 2025–2029. Fokus utama ditujukan pada kelompok risiko tinggi seperti ibu hamil, ibu nifas, dan keluarga dengan anak balita, dengan memanfaatkan data akurat seperti EPPGBM dan data sektoral lainnya.

Bupati Abusama optimistis target penurunan stunting tahun 2025 bisa tercapai. “Tim yang dibentuk hari ini sangat solid dan penuh semangat. Saya percaya target kita akan tercapai,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Putus Rantai Tengkulak, Polri Fasilitasi Permodalan KUR dan Penyerapan Bulog bagi Petani Jagung

7 Februari 2026 - 03:07 WIB

Bunda Literasi OKU Selatan Hadiri Audiensi bersama Kepala Perpusnas RI, Perkuat Sinergi Gerakan Literasi Sumsel

6 Februari 2026 - 07:50 WIB

120 Personel Polres OKU Selatan Bergerak Bersihkan Destinasi Wisata Danau Ranau

6 Februari 2026 - 07:47 WIB

Abusama–Misnadi Hadiri Rakornas 2026, Tegaskan Sinergi Pusat–Daerah Dukung Indonesia Emas 2045

3 Februari 2026 - 07:48 WIB

Longsor Tutup Akses Desa Tanjung Harapan, BPBD OKU Selatan Turunkan Alat Berat

3 Februari 2026 - 07:32 WIB

Trending di News