MUARADUA – Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui Apel Akbar Sabuk Kamtibmas Tahun 2026, Jumat (17/4/2026).
Apel berlangsung khidmat dan diikuti ratusan peserta dari berbagai unsur, mulai dari jajaran kepolisian, pemerintah daerah, TNI, aparatur pemerintahan, organisasi masyarakat, hingga perwakilan warga dari berbagai wilayah di OKU Selatan.

Kegiatan ini menjadi simbol kuat persatuan lintas sektor dalam menjaga stabilitas keamanan daerah sekaligus momentum memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan kamtibmas.
Rangkaian apel diawali dengan penghormatan pasukan, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta pembacaan Ikrar Sabuk Kamtibmas yang diikuti seluruh peserta. Ikrar tersebut menegaskan komitmen bersama untuk bersinergi menjaga keamanan, mendukung tugas kepolisian, serta menjunjung tinggi nilai Pancasila dan UUD 1945.

Kapolres OKU Selatan, AKBP I Made Redi Hartana, menegaskan bahwa apel ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret menyatukan kekuatan seluruh elemen masyarakat.
“Sabuk Kamtibmas menjadi strategi utama dalam membangun sinergi dan meningkatkan kesiapsiagaan bersama, sehingga setiap potensi gangguan dapat dideteksi dan ditangani dengan cepat,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam sistem deteksi dini. Menurutnya, keamanan tidak dapat terwujud tanpa keterlibatan warga yang peduli terhadap lingkungan.
Kapolres mengajak seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan, mulai dari kriminalitas hingga konflik sosial.
“Dengan sinergi yang kuat, situasi aman dan kondusif di OKU Selatan dapat terus terjaga,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati OKU Selatan, H. Misnadi, memberikan apresiasi atas inisiatif Polres yang dinilai mampu merangkul seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan stabilitas daerah.
“Keamanan adalah fondasi utama pembangunan. Dengan kondisi yang kondusif, aktivitas ekonomi, sosial, dan pemerintahan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia berharap gerakan Sabuk Kamtibmas tidak berhenti pada apel semata, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kepedulian lingkungan, menjaga kerukunan, serta pelaporan dini terhadap hal mencurigakan.
Apel Akbar ini sekaligus menandai pencanangan resmi Sabuk Kamtibmas sebagai gerakan bersama untuk memperkuat sistem keamanan berbasis kolaborasi masyarakat.














